acceptability

Tegal Alur, 1 Januari 2014. Ini diskusi yang kulakukan dengan beberapa penghuni Tegal Alur, Papandayan. Dipojokan Tegal Alur aku duduk dan bertanya pada salah satu tangkai Edelweis, bagaimana seorang pria dikatakan ‘meyakinkan’?

Tangkai bunga itupun berkata “penampilan” dengan jeda beberapa detik diapun melanjutkan “Dasar bodoh! Tentu saja seorang pria akan terlihat meyakinkan dengan penampilannya, kau harus berpenampilan oke jika mau meyakinkan seseorang hahaaha..”

“Kalau begitu, justru penampilan itu menipu dong”

“Justru itu tujuannya kan? Hahaa..”

Aku termasuk yang tak begitu peduli dengan penampilan, sangat tidak suka penampilan formal apalagi berpenampilan untuk tujuan meyakinkan orang (hehe..) mungkin suatu saat aku harus melakukan hal itu, tapi tidak sekarang.

“Jangan kau dengarkan perkataan si Edelweis itu,” aku kaget, ternyata salah satu tanaman paku disana ikut menjawab pertanyaanku.

Jika kau ingin dikatakan meyakinkan, maka bersikaplah yang benar, tunjukan dengan sikap dan perkataan yang baik, itu lebih keren dari sekedar penampilan”

“sikap, ini mungkin lebih baik dari sekedar penampilan” aku menambahkan.

tentu saja, dasar tolol! Jika kau berhasil meyakinkan seseorang dengan penampilan dan ternyata dia dikecewakan dengan sikap yang tidak sesuai penampilan, maka siap-siap saja kau digampar, hahaaa”

Kupejamkan mata, sambil kupikirkan jawaban dari tangkai Edelweis dan tanaman paku, menikmati sejuknya Papandayan diwaktu dhuha. Tidak terlalu dingin, dan tidak juga panas. Perlahan kubuka kedua mataku, kulihat tangkai Edelweis dan tanaman paku, mereka sudah menjadi tangkai Edelweis dan tanaman paku kembali.

Menatap langit. Aku tak peduli dengan penampilan dan sikap apapun, takan kulakukan tipuan murahan itu untuk meyakinkan seseorang, jika memang harus, maka akan kubuktikan, karena puncak gunung yang tinggipun tak lebih tinggi dari kaki kita ketika kita sudah dipuncaknya. –wahai nona berdarah campuran- acceptability

Advertisements

Hari itu semua serba putih, setiap orang selalu menebarkan salam kepada saudaranya.

Hari itu semua orang ingin memenuhi panggilan Alloh.

Terdengar kabar bahwa dirimu meminta kami (umat muslim) untuk berkumpul, apa yang akan engkau sampaikan wahai kekasih Alloh? apakah Tuhan-mu sudah sangat merindukan dirimu wahai Rosululloh Muhammad Saw?

Engkau telah berdiri dihadapan kami, pancaran sinar diwajahmu membuat kami merasa aman. Senyum-mu yang sangat ramah membuat kami rindu padamu. Apa yang engkau minta dari kami? Akan kami penuhi jika kami sanggup. Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Akan kami taati wahai utusan Alloh. Hari itu engkau tidak meminta apa-apa dari kami, engkau hanya berkata ‘wahai kaum muslimin, Aku sudah hidup bersama kalian. apakah ada diantara kalian yang merasa tersakiti karena perbuatan dan perkataan ku? jika ada maka katakan sekarang juga’

Sungguh wahai utusan Alloh, jikalau ada diantara kami yang tersakiti maka kami sudah memaafkan-mu, kebaikan-mu kepada kami jauh lebih berarti bagi kami.

Tapi tampak seseorang berdiri ditengah-tengah kami, dan berkata ‘aku yaa Rosulullah’  semua orang memandangnya ‘aku merasa engkau telah menyakiti ku, entah Engkau sengaja atau tidak? ketika dalam sebuah peperangan engkau mencoba meluruskan barisan kami lalu tongkat-mu mengenai badan ku, hari ini aku minta qishas-nya’. kami sangat terkejut dengan pernyataan itu. dan tentu saja ingin sekali menyingkirkan orang itu dari hadapan-mu.

Sahabat-mu yang pemberani seketika itupun langsung berdiri dan berkata ‘apa yang harus ku lakukan untuk menyingkirkan orang ini?’ tapi dirimu meminta kepada Umar ibn Khathab untuk tenang dan meminta Bilal untuk mengambilkan tongkat-mu. ketika semua sudah siap, dan engkau sudah bersedia untuk di qishas lalu orang tersebut berkata, ‘wahai Rosullulloh, sesungguhnya ketika tongkat-mu mengenai badan ku, aku sedang tidak mengenakan pakaian’ maka Rosul pun menanggalkan pakaian nya.

Tak tertahankan, kami tak sanggup melihat engkau tersakiti wahai kekasih Alloh. Jika Engkau tidak melarang kami, maka orang tersebut tidak akan kami biarkan.

Dirimu sudah siap untuk di qishas, pakaian-mu sudah kau tanggalkan dan orang itu sudah siap dengan tongkatmu. kami sangat mengkhawatirkan mu wahai utusan Alloh. Namun seketika itupun orang tersebut memeluk tubuh-mu yang mulia, menciumi badan-mu dan terus memeluk dengan erat, dan seketika itu juga kami bertakbir ‘ALLOHU AKBAR..’

Orang itupun berkata ‘pertanda apakah ini yaa Rosululloh? Engkau mengumpulkan kami, dan berkata demikian. apakah engkau akan menemui Tuhan-mu? Maka dengan cara apalagi aku bisa bersentuhan dengan-mu? Dengan cara apalagi aku bisa memeluk-mu wahai Rosululloh?’

Aku rindu pada-mu yaa Rosululloh…

Pernah ngobrol bareng seorang penulis hebat, ternyata dia punya ritual khusus sebelum menulis. Keren, ritualnya adalah beliau selalu berdo’a sebelum memulai tulisannya. Tak mau kalah, akupun membuat ritual tersendiri sebelum menulis, yaitu berdo’a agar tulisanku bisa keren, dan mengucapkan sebuah kalimat ajaib “Aku bersumpah dengan sepenuh hati akan berbuat keonaran”. Mulai.

Ilmu pengetahuan deteksi. Yang membedakan seorang metallurgical engineer dengan engineer yang lainnya adalah cara berfikir deduksi, analisis, dan kemampuan deteksi yang begitu kental dalam darah metalurgi. Contohnya adalah jika terjadi sebuah kecelakaan akibat jembatan yang runtuh, maka para engineer akan mencari apa yang menyebabkan jembatan tersebut runtuh, dan ternyata jembatan tersebut runtuh akibat salah satu material penyusun jembatan tersebut retak dan akhirnya patah. Setelah mengetahui bagian mana yang rusak, maka para engineer memperbaiki dan mengganti material tersebut.

Tidak sampai disitu, para metallurgical engineer seperti Sherlock Holmes detektif termahsyur dari Baker Street, London, mereka terus mencari apa yang menyebabkan material tersebut patah? Apakah karena kesalahan dalam produksi material tersebut, atau karena terkorosi (berkarat), atau karena beban berlebihan yang dialami oleh material tersebut. Jika demikian, maka pertanyaan selanjutnya adalah apa dan bagaimana? Kesalahan apa yang terjadi dalam produksi material itu dan bagaimana bisa terjadi, atau korosi jenis apa yang ada pada material itu dan bagaimana itu bisa terjadi, apakah karena air sungai yang mengalir dibawah jembatan memiliki kadar garam yang tinggi atau karena terdapat limbah kimia disekitar jembatan sehingga material tersebut berkarat.

Semua pertanyaan tersebut merupakan sebagian kecil peta berfikir seorang metallurgical engineer. Dalam dunia metallurgy, bidang ilmu yang khusus menangani sebab dan akibat dari kegagalan material disebut failure analysis.

Walau begini (bodoh dan menyedihkan), aku adalah mahasiswa teknik metalurgi, maka cara berfikir deduktif, analisis, dan detektif menjadi spontanitas-ku dalam kehidupan sehari-hari. Hanya perlu memperbanyak wawasan agar deduksi, analisa, dan kemampuan deteksi membawaku kepada sebuah kesimpulan yang akurat.

metallurgist

A Metallurgist should be a jack of many trades and a master of some
Terkel Rosenqvist

Volunteer + Mountaineer = VolunTaineer

Ini sudah sampai pada tahap yang cukup serius, walaupun efek sekundernya bisa diabaikan, namun akan berdampak secara permanen pada tubuh.Mengikuti nasihat seorang sahabat, aku memilih berpuasa mengkonsumsi kafein.Berminggu-minggu tanpa kafein, membuatku sakit, mungkin ini yang dsebut dengan kecanduan, untungnya hanya kafein. Aku berfikir, mungkin sedikit kegiatan pengalihan dapat merehabilitasi diriku secara natural. Dan beruntungnya diriku, seorang sahabat relawan mengajak diriku untuk membantunya dalam kegiatan ’Sapu Bersih Gunung’ memperingati Hari Relawan Nasional di Cikuray-Garut.

Sebenanya tidak sesederhana itu, kegiatan ’Sapu Bersih Gunung’ ini sedikit-banyaknya aku menyumbangkan ide secara mendasar. Berawal dari kegemaran dan kecintaan terhadap alam, terutama gunung, dan seringnya naik turun gunung memunculkan sebuah pertanyaan ’untuk apa semua ini (naik gunung) dilakukan? Kemana hal-hal ini bermuara?” jika memang atas dasar mencintai alam, maka konsep cinta alam yang sebenarnya adalah berbagi terhadap sesama.

Sebuah konsep yang menyatukan antara volunteer dan mountaineer,yaitu voluntaineer. Mencintai alam bukan hanya berbagi waktu dengan alam tapi berbagi dengan sesama juga bagian dari mencintai alam dalam level yang sesungguhnya, karena kita semua adalah bagian dari alam. Jadi beginilah konsepnya, memperingati Hari Relawan Nasional dengan aksi long march di alun-alun kota Garut lalu berangkat menuju salah satu desa di kaki gunung Cikuray, membagikan kornet dan alat tulis, serta sebar nasi bungkus, lalu langsung naik Gunung Cikuray dan turun gunung sambil sapu bersih gunung.

Cikuray. Gunung tertinggi di Garut setelah Papandayan dan Guntur, kurang lebih 2818mdpl. Gunung dengan view kebun teh,hutan tropis, track yang merupakan perpaduan dari tanah, akar pohon, dan bebatuan, lalu awan kinton bergelung-gelung di puncaknya. Bukan gunung yang mudah ditakhlukan, empat atau paling lambat enam jam perjalanan menuju puncaknya, tanpa sumber air setelah pos1, walaupun sebenarnya sumber air bisa dicari oleh seorang dengan ’mountaineering ability” yang hebat,namun sangat tersembunyi jauh dari jalur pendakian.

***

Special. Pendakian kali ini sangat spesial, tiga puluh tiga orang yang entah dari mana asalnya aku tak tahu, memakai kaos oranye yang dipunggungnya jika hari sudah gelap maka akan muncul cahaya efek dari fluorescent yang bertuliskan ’Relawan’sungguh keren. Kami hampir tidak pernah bertemu sebelumnya, hanya kami memiliki kesamaan, sama-sama punya kaos oranye yang sama, sama-sama punya kegiatan yang sama tiap bulan, jadi walaupun awalnya tidak saling kenal, tapi pas bertemu kami sangat akrab seperti bertemu saudara jauh. It’sso special.

29 Des2013, dini hari, aku sudah diganggu oleh bunyi handphone, dan tanpa pikir panjang langsung kutekan tombol silence dan handphone-pun berhenti bernyayi. Beberapa menit kemudian ada pesan masuk ”kak yosep dimana? Buruan ke mesjid agung garut!! Jangan tidur.. awas..” pesan dari Dwi, salah satu orang yang bertanggungjawab untuk kegiatan ini. Tanpa pikir panjang lagi, akupun melanjutkan tidur. Walaupun masih terdengar suara pesan masuk berkali-kali.

Briefing. Merasa bersalah karena menghiraukan suara telpon dan sms , aku buru-buru menuju mesjid agung Garut setelah sholat subuh. Dan langsung menggelar briefing yang dipandu oleh Dede, relawan RZ Depok sekaligus kenalan sebelum kegiatan benar-benar dimulai. Jadi begini hasil briefing-nya:

-Jam 8.00 tepat saat momen car  free day kami long march di sepanjang alun-alun garut sampai jam 9.00 –Jam 9.00 sampai jam 10.00 perjalanan baksos dan langsung kebasecamp pendakian gunung Cikuray –istirahat-jam11.00 start nanjak gunung Cikuray. Sungguh rencana yang matang (hahaaa..).

Long march. Ini mungkin bales dendam (haha..)karena aku menghiraukan telpon dan sms tadi malam, aku ditinggal oleh rombongan, karena harus mengambil beberapa barang-barang dan menyiapkan beberapa hal (nyari sarapan, nyari tukang soto juga).

Terlantar. Harusnya jam 9.00 sudah berangkat menuju lokasi baksos, karena salah satu agen transportasi kami tiba-tiba membatalkan kesepakatan jadinya jam 10.56 kami baru berangkat dengan dua mobil pick-up yang kami bajak dari anak-anakKAMMI Garut.

BAKSOS. Bagi-bagi kornet super qurban, beberapa alat tulis dan sebar nasi bungkus, disalah satu desa tepat dikaki Gunung Cikuray,Cilawu. Sudah kukatakan diawal bahwa ini bukan sekedar pendakian biasa, ini voluntaineer, para relawan yang jadi pendaki, maka dsinilah letak perbedaannya.

Nanjak. Dengan track akar-akar pohon yang kusut, tanah, dan sedikit bebatuan membuat kami semua harus memasang gear 4wd (tangan+kakiikutan nanjak) dan semua rombongan lebih mirip spiderman daripada pendaki.

Yang berkesan. Pertama adalah relawan asal depok dan jaktim, aisah yang biasa dipanggil ica dan mega, mengikuti jejak mereka selama pendakian adalah istigfar setiap saat (hahaaa… tobat gue) mereka emang secara fisik belum berpengalaman naek gunung (jadi wajar deh.. butuh pembiasaan). Aku tak menyalahkan mereka, justru bersyukur bisa berkenalan dengan mereka karena telah memberikan pengalaman baru. Pendakian terlama dengan track yang tidak terlalu jauh. Setelah kupikir agak lama akhirnya kukatakan pada mereka

”ica, mega,berhenti dulu, ada sesuatu untuk kalian”

”apa itu kak?” tanya ica,

”?” walau tanpa suara, wajah mega  menunjukan raut tanda tanya.

Dengan nada dramatis, dan sedikit horor karena hari sudah mulai gelap kukatakan pada mereka

”ada sesuatu untuk kalian, ini dia rahasia para pendaki handal, rahasia para pendaki hebat.. hahaaa, rahasia yang bisa bikin kalian jadi jago naek gunung”

Ini dia momen yang seru, menikmati wajah mereka yang capek, penasaran, dan sedikit kesan horor (hahaa..) sambil aku mengeluarkan bungkusan dan pisau.

”apa itu kak? Gak mau ah.. serem..” kata ica

Tak peduli,kuberikan saja pada mereka

”ooOOh..jeli, rahasia pendaki apanya… ini cuman jeli biasa..”

”udah makanaja, ini emang jeli, bukan jeli biasa ini jeli super hahaa.. abis makan jeli InsyaAlloh, gunung manapun bisa kalian daki”

Benar saja setelah beres menikmati jeli, mereka nanjak gunung dengan energi yang baru.yeeaAA…!

Yang ke-dua.Ahmad, KAMMI Garut, Relawan Indonesia, berjuta terimakasih untuk mereka yang sudah membantu pendakian ini. Untuk sekre KAMMI yang diambil alih selama kami di Garut, untuk mobil pick-up yang disiapkan, untuk bantuannya memandu dan meringankan beban pendakian dan hal lainnya yang gak bisa disebutkan. Godbless you.

Yang ke-tiga. Together we strong, baju punya mba Ningsih alias N.N.G, melihat tulisan itu jadi sedikit bertambah semangat (hahaa.. bo’ong deng..) saran buat mba Ningsih, kalo naek gunung pake sepatu yang ada giginya, biar tidak gampang terjatuh ketika berpijak karena ada gigi yang menancap di tanah.

Yang ke-empat. Aji, relawan asal Jaktim yang di tawarin pisang gak mau, tapi akhirnya mau juga makan pisang bareng tapi tetep gak bisa jawab tebak-tebakan ’apa bedanya manusia sama monyet kalo lagi makan pisang?’ nah loh( .. hahaa). Berharap bisa nonton filem 3D bareng di rumah keong taman mini indonesia indah. Lalu Koordinator relawan Jaktim, atikah, yang mentang-mentang tendanya baru terus nyebut ’pasak’ aja jadi ’pancong’ (hahaa.. emangnya kue pancong).

Harimau. Ini perjalanan malem, sekitar jam 11 malem,aku dan a’yuda masih mendaki. Antara pos 6 dan pos 7 tepatnya di pos 6,3 akudan a’yuda mendengar suara makhluk yang sedang beraktvitas di hutan, bunyi gemerisik pepohonan dan patahan ranting,

sresek..sresk..krak..tak

a’yuda menghentikan langkah

”apa tuh a?” tanyaku

”wah gak tau tuh”

Tak lama stelah itu, langsung terdengar suara mengeram yang sangat jelas, horor.HhhrRRRrrrrgh….

”astagfirullah..kayanya harimau nih sef”

”astagfirulloh,yang bener a?”

A’yuda diam, waspada, kami mematikan senter beberapa saat, dan mencoba menghilangkan keberadaan seperti dalam film hunterxhunter. Setelah merasa sudah cukup aman,kami menyalakan senter kembali, dan dengan waspada melanjutkan perjalanan. Horor.

Beruntungnya kota Garut, dijaga oleh tiga bersaudara yang saling menguatkan. Cikuray –Guntur – Papandayan, ketiganya berdampingan berbaris membentuk sebuah contour harmonisasi yang natural. Di puncak Cikuray, 2818 mdpl, Cikuray berkata padaku agar menyampaikan salamnya untuk Guntur dan Papandayan, dengan berat hati aku katakan bahwa mungkin bisa kusampaikan pada Papandayan besok, namun aku belum sempat menemui Guntur, mungkin diwaktu yang lain. Dan setelah turun dari Cikuray, aku langsung menuju Papandayan hanya untuk menyampaikan salam persahabatan mereka.

Kamar kreatif

oke, ini salah satu kamar dipojokan basecamp relawan RZ Cilegon.

Tempat gue ngebongkar semua isi otak gue, nulis, ngoprek barang-barang aneh, ngelukis (kalo lagi suntuk), nyanyi, ngerjain tugas, belajar apa aja secara otodidak. Ini dekstop gue…

dekstop otak kanan

dekstop otak kanan
Banyak yang gue kerjain di kamar ini, iseng juga bikin galeri kecil-kecilan.. bikin maenan kayu, atau ngejait boneka, atau ngukir kertas, sambil nyanyi..
ini galeri kecil di kamarini galeri kecil di kamar

;-D;-D

belajar ngejaitbelajar ngejaitngerjain beginian jadi pengisi waktu luang, selain nulis dan ngerjain tugas, mengubah image bahwa kamar cowo itu selalu berantakan dan rumit, gue mungkin cowo, tapi gk termasuk yang itu dalam hal ini (hahaaa..). ini ada satu sisi dekstop gue yang laen, desktop yang awal itu untuk otak kanan.. yang ini untuk otak kiri (walaupun dari tampilan agak terbalik (ini untuk keseimbangan fikiran.. he.. gak ada teorinya sih..)dekstop otak kiri
dekstop otak kiri
Banyak barang-barang pendukung yang kadang-kadang meng-inspirasi gue di kamar, buku, gitar (yang senarnya gak lengkap), mading, rotary tools, dan laen-laen deh..hekoleksi bukukoleksi buku
gitargitar
miniatur gitarminiatur gitar
madingmading
rotary toolsrotary tools
Pusing kebanyakan barang-barang untuk ruangan 3 x 3 meter… ini butuh penataan ruangan yang baik, sehingga harus keliatan lega.. tapi gak apa-apa… kamar ini bagi gue tempat munculnya inspirasi, ide-ide konyol, obrolan gila bareng temen, tempat sunyi untuk minum kopi pagi-pagi, tempat bertobat juga kalo udah kelewatan..