Catatan Relawan [the wiroggs]

(catetan relawan RZ cilegon)

Agus sangat bahagia, banyak orang yang berbahagia hari itu, tapi bagiku mungkin dialah satu-satunya orang yang lebih berhak untuk bahagia.

“Selamet bro,akhirnya lu jadi sarjana teknik..he” kuucapkan selamat kepadanya, sambilmenjabat tangannya. Dilanjutkan dengan jabatan tangan yang lain para penghuni basecamp relawan RZ sambil mengucap selamat dan do’a.

Tidak berlebihan jika kukatakan bahwa dialah yang lebih berhak untuk bahagia, karena baginya berkuliah, menjadi relawan, menjadi sarjana, adalah mimpi kosong bagi orang sepertinya. Siapa yang menyangka? Anak kecil, dekil,bau, dan ingusan ini akan berbahagia, bahkan anjing-anjing buduk di Kampung Onyam meragukan anak ini.

Berasal dari keluarga yang sangat miskin, kukatakan sangat miskin itu artinya benar-benar miskin, tinggal ditempat yang sebenarnya tidak bisa disebut rumah karena memang tidak layak jadi sebuah rumah. Dinding yang sebagian adalah kardus, sebagian papan tripleks bekas, dan apapun yang bisa dijadikan dinding, begitupun dengan atapnya terbuat dari apapun yang bisa melindungi “rumah” nya dari panas dan hujan.

Seorang ibu, bagi Agus adalah alien, makhluk asing dari salah satu planet dilangit sana, makhluk asing yang hampir tidak pernah ia rasakan kehadirannya. Sejak kecil, entah karena alasan apa dia di tinggal oleh ibunya,dan saban hari selalu dia tanyakan kepada ayahnya “Kapan ibu pulang yah?” danpak Rahmat selalu menjawab “Ibu pulang besok” terus begitu setiap kali agus bertanya. Besok demi besok agus menunggu ibunya, tak kunjung datang, rindu,diam-diam dia selalu menangis, mendekatkan kedua lututnya didadanya sambil tertunduk ia menangis, berhari-hari sepanjang minggu, hingga air mata tidak bisa mewakili perasaan sedihnya.

Ayah. Hanya seorang juru parkir disalah satu persimpangan jalan. Berhari-hari mengatur lalu lalang kendaraan, panas tidak kehujanan, dan hujan tidak kepanasan. Memiliki pendapatan standar juru parkir, sangat tidak cukup jika harus membiayai kehidupan sehari-hari dan sekolah kedua anaknya. Berangkat pagi dan pulang malam, dekil, berdebu, cuaca panas, tidak melunturkan semangatnya. Walaupun tua, lemas, tatapan matanya sayu akibat terlalu lelah, namun jiwa kuatdan tegar bersemayam didalam tubuhnya itu.

Makan. Agus kecil dan adiknya yang lebih kecil lagi, harus menunggu ayahnya pulang jika ingin makan, karena memang setelah bekerja seharian ayahnya baru mampu membelikan makanan. Pernah suatu hari Agus kecil dan adiknya menunggu ayahnya pulang, mereka ingin makan karena memang belum makan sepanjang hari. Menunggu berjam-jam, tidak juga datang, hingga hampir tengah malam ayahnya pulang dengan membawa beberapa bungkus mie instan , maka kelaparan hariitu baru terobati pada saat tengah malam. Mungkin karena kejadian makan tengah malam ini akhirnya Agus keesokan harinya mengunjungi salah satu toko kelontong dekat rumahnya, dan memohon pekerjaan dari tuan toko agar tidak perlu menunggutengah malam untuk makan.

Berjualan kue. Akhirnya tiap hari sebelum pergi ke sekolah Agus berjualan kue yang diambil dari toko kelontong. Dengan penghasilan tetap duaribu rupiah, dan selalu ia bagi dua untuk adiknya juga. Begitu ritual sebelum sekolah, setiap hari, sepanjang tahun, dari SD hingga masuk SMP terbuka.

SMP terbuka, biar kujelaskan padamu kawan apa yang dimaksud dengan SMP terbuka. Sama halnya dengan SMP lain yaitu sekolah menengah pertama, namunkata “terbuka” membuat SMP ini jadi berbeda, jam belajar yang tidak tahu kapan dimulai, ruang kelas yang tidak tahu juga apakah ada ruang kelas resminya, begitupun dengan ruang-ruang yang lain, ruang guru, kepala sekolah, tidak tahu apakah benar-benar ada atau tidak, namun yang paling pasti dari SMP terbuka ini adalah guru-gurunya, mereka nyata. Relawan pendidikan yang sebenarnya. Banyak siswa lulusan SMP terbuka ini yang tidak melanjutkan sekolah lagi, karena tuntutan pendidikan nasional dengan keadaaan sekolah yang bagaikan langit danneraka. Tapi sebuah keajaiban, dengan usaha dan bantuan berbagai pihak, Agus berhasil melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Curug Kab. Tangerang.

***

Entah apa yang ada dalam otak anak udik ini, mendengar ada kesempatan daftar kuliah lewat jalur PMDK diapun ikut mendaftar, karena memang nilai rapor selama SMA sangat stabil dan cenderung meningkat. Banyak kampus-kampus pilihan dengan jalur PMDK, ada IPB, UPI, UNPAD, dan kampus terkenal lainnya,namun pilihan paling rasional bagi Agus saat itu adalah UNTIRTA, kampus negeri yang murah satu-satunya di Banten. Walaupun murah, sebenarnya ayahnya juga tak sanggup membiayai, karena daftar PMDK cukup mudah, ya apa salahnya mencoba mengambil peluang.

Pengumunan PMDKpun tiba. Dengan uang pas-pasan pergi ke warnet (warung internet) melihat pengumuman secara online. Begitu membuka pengumuman PMDK, dengan spontan Agus berteriak “LULUUUUS!” tidakpeduli apakah orang-orang terganggu dengan teriakannya. Namun sesaat setelah bahagia dengan kelulusannya, Aguspun menangis, tertunduk berfikir dengan apadia membiayai pendaftarannya? Biaya orientasi, tes kesehatan, almamater, dan hal intelek lainnya yang harus dilunasi jika ingin lanjut berkuliah. Apakah sampai di sini dia berhenti, dihadapan tebing tinggi vertikal.

Seperti orang gila, kemana-mana mencari jalan agar bisa membiayai pendaftaran kuliah. Perih sekali kalau harus mengingat saat itu, akhirnya dengan sokongan teman, guru-guru SMP terbuka, guru-guru SMA Negeri 1 Curug,beberapa kerabat, akhirnya Agus memanjat tebing tinggi vertikal itu dengan perlengkapan seadanya tanpa pengaman sama sekali.

“Kamu kuliah jurusan apa gus?” Tanya Pak Rahmat kepada agus.

Industrial Engineering yah”

“apa? Coba ulangi”

Industrial Engineering

“Sunggung canggih betul nama jurusan itu, sungguh canggih!” ucap Pak Rahmat kagum sambil menggelengkan kepala.“Apakah jurusan itu mengajarkan bagaimana mengelola lahan parkir dengan baik?”

“Tentu saja yah, bahkan sistem parkiran, keamanan,sirkulasi kendaraan, kompposisi kendaraan di area parkirpun di atur dengan sangat hebat”

“sungguh canggih bukan main, sungguh canggih!” kembali Pak Rahmat dibuat kagum.

***

2009. Bergabung di basecamp RelawanRZ Cilegon. Aku sebagai salah satu penghuni pertama dan penggagas basecamp merekrut dia, karena memang ternyata dia juga sedang membutuhkan tempat tinggal di Cilegon. Menjadi anggota basecamp Relawan RZ Cilegon lebih sulit daripada DIKSAR Relawan RZ, tiap pagi harus mencuci piring milik semua penghuni, agak siang harus menyapu dan mengepel, dan harus siap jika para senior membutuhkannya untuk disuruh-suruh (hahaaa..). Namun semua itu dijalani dengan ikhlas, Agus mendapat tugas pertama kerelawanannya sebagai mentor anak juara, mengajar bimbel di basecamp, terus begitu hingga tahun 2011 dia menjadi seorang koordinator relawan Cilegon.

Sekarang. Dia masih seorang relawan aktif di Cilegon, bahkan se-Indonesia sudah mengenal relawan Cilegon dengan julukan “The Wirogs” akibat kegiatan Jambore Nasional yang kami adakan di Cilegon pada 2012.

“Sekarang kamu kerja sebagai apa gus?” Tanya Pak Rahmat kepada Agus.

Program Head Cita Sehat Foundation Cilegon yah”

“Apa? Coba ulangi”

Program Head Cita Sehat Foundation”

“Sungguh canggih nama pekerjaanmu itu, sungguh canggih!” ucap Pak Rahmat Kagum sambil menggelangkan kepalanya “Apakah jabatan itu yang mengelola lahan parkir super canggih?”

-END- ysf
poto wisudaan doi<br />( Gue - Rikar si blogger - Pa Azis sopir ambulance Cilegon - Agus - Dwi (adeknya agus yg lagi nunduk) - Faizi Relawan cabutan - Aenudin penghuni beskem - Aldi )

poto wisudaan doi ( Gue – Rikar si blogger – Pa Azis sopir ambulance Cilegon – Agus – Dwi (adeknya agus yg lagi nunduk) – Faizi Relawan cabutan – Aenudin penghuni beskem – Aldi )

aksi relawan wrgs

aksi relawan wrgs
Advertisements

crime at school (jilid III)

(ini fiksi belaka.. kalo ada yg mirip, berarti kita jodoh… lagi belajar bikin cerita detektif, sebagian masih meniru karya termahsyur Sir Arthur Conan Doyle,, mohon masukannya)

 

Banyak kebiasaan buruk yang belum bisa aku hilangkan, entahlah ada beberapa atau banyak orang yang terganggu dengan kebiasaanku yang ini. Seperti ketika aku mengerjakan sesuatu, atau menyelidiki beberapa hal, maka aku hampir tidak mau diganggu, bahkan kalau perlu aku akan membungkam semua orang bodoh yang banyak bicara disekelilingku.

 

Temanku di Kota Cilegon, dia selalu mengunjungiku di akhir pekan,mungkin dia atau hanya dia yang mampu bertahan dengan begitu banyak kebiasaan buruk-ku. Mei 2013, aku tertidur ketika Aldi masuk kekamarku.

“Astagfirulloh, Yosef!,lu harus bangun, apa-apaan kamar lu ini?!’ Aldi berdiri membuka pintu ‘Kamar lu lebih buruk dari pada kapal pecah, semua barang-barang ini sangat kacau dan berantakan, apa yang lagi lu kerjain boi?”

 

Aku terbangun, “Sekarang jam berapa?”

“jam 8.00 siang sef,  kayanya 3 kg ya?”

“Tepatnya 2,7 kg, berat badan gue turun”

“Gue udah sering kekamar lu sef, awal gue kenal lu mungkin seorang perempuan terhormatpun bakal terpukau dengan kamar lu yang rapih dan bersih. Tapi sekarang, lihat, kamar lu lebih cocok kaya kapal bajak laut yang karam di dasar laut!”

“berarti lu belum mengenal sifat gue yang lain…”

“ayolah sef, kembali jadi diri lu yang….”

“justru ini gue yang sebenarnya”

 

“coba liat, emangnya kaleng mentega tempat yang cocok untuk menaruh dokumen penting penghargaan dari salah seorang klien, atau sepatu pemberian komunitas pendaki adalah tempat yang baik untuk menaruh kopi lampung yang biasa lu minum? Belum lagi, lihat kenapa anak panah dart tertancap di plafon kamar lu? Dan astagfirulloh, lu merokok sef?! Bukannya lu udah berhenti merokok? Lu benar-benar udah berantakan!”

 

“semua itu gak penting, Aldi, tapi untuk bungkusan dan abu rokok di meja itu justru sangat membantu gue di, kasus terakhir yang terjadi bisa terpecahkan karena rokok dan abunya. Lu harus tau, bahwa tiap merk rokok punya karakter abu yang berbeda, gue nemuin abu rokok di beberapa lokasi kejadian pencurian dan setelah penelitian gue yang mengikuti metode salah satu detektif terkenal, membeli semua merk rokok dan membakarnya satu persatu, akhirnya gue bisa mengidentifikasi abu rokok yang gue temuin dan cocok dengan rokok yang selalu di hisap oleh salah satu tersangka pencurian lalu dengan beberapa bukti maka pelaku pencurian itupun ditahan oleh pihak berwajib.Tapi yang mengejutkan, Aldi, ternyata abu rokok beberapa merk  memiliki kesamaan yang sangat sulit gue bedain, itu karena merk itu berada dalam satu perusahaan yang dipimpin oleh satu orang, konspirasi. Maka mereka yang suka merokok terutama dengan merk itu adalah orang-orang tolol yang sudah menjual dirinya untuk diperbudak.”

 

“Sef..sef.. ceramah yang hebat, lalu ini apa?” Aldi memegang kotak bingkisan.

“itu jam tangan digital, Casio, pemberian dari keluarga korban pencurian, jam yang canggih, lengkap dengan indikator altimeter, termometer, barometer,dan ada kompas di bagian tali jamnya. Mereka tau kalau gue suka naek gunung.”

 

Aku mencuci muka dan membuat dua cangkir kopi, mempersilakan Aldi untukmenikmati kopi dan roti bakar buatanku. “lu lagi sibuk apa akhir-akhir ini di?” aku membuka obrolan kembali.

 

“yah.. sekarang gue lagi bikin beberapa lukisan dan poster yang bakal gue pajang dipameran kesenian kampus, beberapa hasil coretan tangan dan yang lainnya dibuat secara digital.”

“Senin sampai Rabu pekan depan, bisa lu temenin gue? Satu kasus di Tangerang menunggu untuk diberesin, gimana?’ Aku mengeluarkan beberapa dokumen danfoto-foto terkait kasus itu. ‘coba lu baca dan periksa dokumen ini di”

 

Sambil melihat dokumen, Aldi membacakan kembali detail kasus itu, “Kasus anak hilang, anak yang malang, Sofi 17 tahun meninggalkan rumah tanpa izin dan pemberitahuan kepada orang tuanya, setelah diselidiki ternyata Sofi berada disalah satu sekolah tinggi di Jawa Timur. Yang membuat sekolah itu mencurigakan adalah pihak sekolah tidak mengizinkan Sofi dikunjungi oleh orang tuanya, namun orang tuanya berhasil membujuk pihak sekolah dan Sofi bisa dikunjungi dengan pengawasan dari pihak sekolah.’ Aldi melihat ke arahku ‘sekolah apaan nih sef? Gak beres”

 

“Sekolah tinggi berkedok pengajaran agama, di Indonesia banyak banget aliran sesat berkedok ajaran Islam, gue khawatir sekolah itu salah satunya. Dan parahnya Sofi menolak untuk di ajak pulang oleh orang tuanya bahkan menyalahkan mereka karena tidak memahami keinginannya. Dugaan sementara gue, Sofi mengalami pencucian otak, atau terlalu banyak doktrin negatif sehingga secara sadar melawan orang tua dan justru merasa bangga dengan keputusannya meninggalkan orang tuanya.”

 

“wah, ini bakal sulit sef, gue gak yakin Sofi mau lu ajak pulang, atau lu mau paksa dia pulang? Justru itu cara paling bodoh.”

 

“dia bakal pulang dengan sukarela, atau bakal gue buat dia pulang dengan keinginannya sendiri”

Dengan nada yang mengejek, Aldi berkata “kalau gitu,  gue mau melihat kegagalan elu, hahaa” Aldi tertawa tidak yakin dengan apa yang kukatakan.

 

***

 

Tangerang. Cuaca yang cerah untuk piknik atau sekedar jalan-jalan menghilangkan penat, tapi tidak untuk saat ini, aku dan Aldi sedang menuju rumah Pak Rizal orang tua Sofi. Kami naik angkot R.07 jurusan Pasar Malabar-Binong, aku lebih memilih naik angkot karena itu cukup murah dan agar penyelidikanku tidak terdeteksi oleh siapapun.

 

“Jadi, apa rencana lu sef?” Aldi membuka obrolan.

“rencana apa?”

“Bagaimana lu membuat Sofi pulang dengan sukarela? Padahal kondisinya justru Sofi yang meninggalkan rumah dengan sendirinya, jadi gak bisa dibilang penculikan.”

“Sebenernya gue gak mau ngobrolin itu sekarang, lu tau beberapa bulan lagi Metallica mengadakan konser di Indonesia, klo lu gak terlalu sibuk, kita nonton bareng, gimana? Pasti lebih seru dari pada konser Gun’s n Roses kemarin.”

 

“sef, bukannya lu harus mikirin gimana caranya bisa menyelamatkan Sofi?”

“yah sebenernya gue udah ngerancang sekitar sembilan rencana, tapi gak berguna juga kita ngobrolin itu sekarang, masih banyak data yang harus kita dengar dari Pak Rizal. Menyusun rencana dengan data yang belum lengkap, sama aja merencanakan kegagalan, karena dengan data yang lengkap gue bisa milih mana rencana yang tepat.”

 

“hmm,, kalau gitu sebaiknya lu pesen dua tiket untuk konser Metallica, dan siap-siap turun karena sebentar lagi kita sampai diperumahan Binong,”

 

 

(BERSAMBUNG…. sampe penulis mood lg untuk nulis hahaa)

acceptability

Tegal Alur, 1 Januari 2014. Ini diskusi yang kulakukan dengan beberapa penghuni Tegal Alur, Papandayan. Dipojokan Tegal Alur aku duduk dan bertanya pada salah satu tangkai Edelweis, bagaimana seorang pria dikatakan ‘meyakinkan’?

Tangkai bunga itupun berkata “penampilan” dengan jeda beberapa detik diapun melanjutkan “Dasar bodoh! Tentu saja seorang pria akan terlihat meyakinkan dengan penampilannya, kau harus berpenampilan oke jika mau meyakinkan seseorang hahaaha..”

“Kalau begitu, justru penampilan itu menipu dong”

“Justru itu tujuannya kan? Hahaa..”

Aku termasuk yang tak begitu peduli dengan penampilan, sangat tidak suka penampilan formal apalagi berpenampilan untuk tujuan meyakinkan orang (hehe..) mungkin suatu saat aku harus melakukan hal itu, tapi tidak sekarang.

“Jangan kau dengarkan perkataan si Edelweis itu,” aku kaget, ternyata salah satu tanaman paku disana ikut menjawab pertanyaanku.

Jika kau ingin dikatakan meyakinkan, maka bersikaplah yang benar, tunjukan dengan sikap dan perkataan yang baik, itu lebih keren dari sekedar penampilan”

“sikap, ini mungkin lebih baik dari sekedar penampilan” aku menambahkan.

tentu saja, dasar tolol! Jika kau berhasil meyakinkan seseorang dengan penampilan dan ternyata dia dikecewakan dengan sikap yang tidak sesuai penampilan, maka siap-siap saja kau digampar, hahaaa”

Kupejamkan mata, sambil kupikirkan jawaban dari tangkai Edelweis dan tanaman paku, menikmati sejuknya Papandayan diwaktu dhuha. Tidak terlalu dingin, dan tidak juga panas. Perlahan kubuka kedua mataku, kulihat tangkai Edelweis dan tanaman paku, mereka sudah menjadi tangkai Edelweis dan tanaman paku kembali.

Menatap langit. Aku tak peduli dengan penampilan dan sikap apapun, takan kulakukan tipuan murahan itu untuk meyakinkan seseorang, jika memang harus, maka akan kubuktikan, karena puncak gunung yang tinggipun tak lebih tinggi dari kaki kita ketika kita sudah dipuncaknya. –wahai nona berdarah campuran- acceptability

Hari itu semua serba putih, setiap orang selalu menebarkan salam kepada saudaranya.

Hari itu semua orang ingin memenuhi panggilan Alloh.

Terdengar kabar bahwa dirimu meminta kami (umat muslim) untuk berkumpul, apa yang akan engkau sampaikan wahai kekasih Alloh? apakah Tuhan-mu sudah sangat merindukan dirimu wahai Rosululloh Muhammad Saw?

Engkau telah berdiri dihadapan kami, pancaran sinar diwajahmu membuat kami merasa aman. Senyum-mu yang sangat ramah membuat kami rindu padamu. Apa yang engkau minta dari kami? Akan kami penuhi jika kami sanggup. Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Akan kami taati wahai utusan Alloh. Hari itu engkau tidak meminta apa-apa dari kami, engkau hanya berkata ‘wahai kaum muslimin, Aku sudah hidup bersama kalian. apakah ada diantara kalian yang merasa tersakiti karena perbuatan dan perkataan ku? jika ada maka katakan sekarang juga’

Sungguh wahai utusan Alloh, jikalau ada diantara kami yang tersakiti maka kami sudah memaafkan-mu, kebaikan-mu kepada kami jauh lebih berarti bagi kami.

Tapi tampak seseorang berdiri ditengah-tengah kami, dan berkata ‘aku yaa Rosulullah’  semua orang memandangnya ‘aku merasa engkau telah menyakiti ku, entah Engkau sengaja atau tidak? ketika dalam sebuah peperangan engkau mencoba meluruskan barisan kami lalu tongkat-mu mengenai badan ku, hari ini aku minta qishas-nya’. kami sangat terkejut dengan pernyataan itu. dan tentu saja ingin sekali menyingkirkan orang itu dari hadapan-mu.

Sahabat-mu yang pemberani seketika itupun langsung berdiri dan berkata ‘apa yang harus ku lakukan untuk menyingkirkan orang ini?’ tapi dirimu meminta kepada Umar ibn Khathab untuk tenang dan meminta Bilal untuk mengambilkan tongkat-mu. ketika semua sudah siap, dan engkau sudah bersedia untuk di qishas lalu orang tersebut berkata, ‘wahai Rosullulloh, sesungguhnya ketika tongkat-mu mengenai badan ku, aku sedang tidak mengenakan pakaian’ maka Rosul pun menanggalkan pakaian nya.

Tak tertahankan, kami tak sanggup melihat engkau tersakiti wahai kekasih Alloh. Jika Engkau tidak melarang kami, maka orang tersebut tidak akan kami biarkan.

Dirimu sudah siap untuk di qishas, pakaian-mu sudah kau tanggalkan dan orang itu sudah siap dengan tongkatmu. kami sangat mengkhawatirkan mu wahai utusan Alloh. Namun seketika itupun orang tersebut memeluk tubuh-mu yang mulia, menciumi badan-mu dan terus memeluk dengan erat, dan seketika itu juga kami bertakbir ‘ALLOHU AKBAR..’

Orang itupun berkata ‘pertanda apakah ini yaa Rosululloh? Engkau mengumpulkan kami, dan berkata demikian. apakah engkau akan menemui Tuhan-mu? Maka dengan cara apalagi aku bisa bersentuhan dengan-mu? Dengan cara apalagi aku bisa memeluk-mu wahai Rosululloh?’

Aku rindu pada-mu yaa Rosululloh…

Pernah ngobrol bareng seorang penulis hebat, ternyata dia punya ritual khusus sebelum menulis. Keren, ritualnya adalah beliau selalu berdo’a sebelum memulai tulisannya. Tak mau kalah, akupun membuat ritual tersendiri sebelum menulis, yaitu berdo’a agar tulisanku bisa keren, dan mengucapkan sebuah kalimat ajaib “Aku bersumpah dengan sepenuh hati akan berbuat keonaran”. Mulai.

Ilmu pengetahuan deteksi. Yang membedakan seorang metallurgical engineer dengan engineer yang lainnya adalah cara berfikir deduksi, analisis, dan kemampuan deteksi yang begitu kental dalam darah metalurgi. Contohnya adalah jika terjadi sebuah kecelakaan akibat jembatan yang runtuh, maka para engineer akan mencari apa yang menyebabkan jembatan tersebut runtuh, dan ternyata jembatan tersebut runtuh akibat salah satu material penyusun jembatan tersebut retak dan akhirnya patah. Setelah mengetahui bagian mana yang rusak, maka para engineer memperbaiki dan mengganti material tersebut.

Tidak sampai disitu, para metallurgical engineer seperti Sherlock Holmes detektif termahsyur dari Baker Street, London, mereka terus mencari apa yang menyebabkan material tersebut patah? Apakah karena kesalahan dalam produksi material tersebut, atau karena terkorosi (berkarat), atau karena beban berlebihan yang dialami oleh material tersebut. Jika demikian, maka pertanyaan selanjutnya adalah apa dan bagaimana? Kesalahan apa yang terjadi dalam produksi material itu dan bagaimana bisa terjadi, atau korosi jenis apa yang ada pada material itu dan bagaimana itu bisa terjadi, apakah karena air sungai yang mengalir dibawah jembatan memiliki kadar garam yang tinggi atau karena terdapat limbah kimia disekitar jembatan sehingga material tersebut berkarat.

Semua pertanyaan tersebut merupakan sebagian kecil peta berfikir seorang metallurgical engineer. Dalam dunia metallurgy, bidang ilmu yang khusus menangani sebab dan akibat dari kegagalan material disebut failure analysis.

Walau begini (bodoh dan menyedihkan), aku adalah mahasiswa teknik metalurgi, maka cara berfikir deduktif, analisis, dan detektif menjadi spontanitas-ku dalam kehidupan sehari-hari. Hanya perlu memperbanyak wawasan agar deduksi, analisa, dan kemampuan deteksi membawaku kepada sebuah kesimpulan yang akurat.

metallurgist

A Metallurgist should be a jack of many trades and a master of some
Terkel Rosenqvist